Penyebab Kebocoran Data Pribadi

Kebocoran data sering terjadi tentunya karena ada beberapa faktor penyebabnya, contohnya seperti kurangnya pemahaman staf perusahaan terkait perlindungan data dan privasi, kurangnya pembaharuan prosedur perlindungan data, dan ketidak adaan pemantauan sistem pengolahan data secara remote.

 

Ketidak adaannya backup dan prosedur pengolahan yang baku, klasifikasi data yang buruk, serta ketidak adaannya prosedur pemusnahan data yang telah didigitalisasi juga menjadi penyebab kebocoran data.

 

Kebocoran data bisa terjadi karena tindakan fisik, misalkan seperti pencurian handphone, laptop dan media penyimpanan data seperti storage device, beserta rekayasa sosial atau social engineering, dan juga karena faktor manusia.

 

Data juga bisa bocor karena tidak di enkripsikan, perangkat-perangkat portable yang dipakai untuk menyimpan data tidak punya  sistem proteksi yang baik, dan ketidak adaan pihak ketiga yang mau dan siap membantu menangani kebocoran data secara profesional.

 

Nah berikut cara Pencegahan Kebocoran data Pribadi ;

  1. Pelajari apk yang akan diunduh menerapkan autentikasi jenis apa. Cuma pakai nama pengguna dan kata sandi atau dibekali sistem pengamanan tambahan yang membuat akun, sandi, hingga nomor ponsel tersimpan dengan aman.

  2. gunakan kata sandi yang susah dilacak dan ubah secara berkala tetapi jangan terlalu sering agar terhindar dari lupa kalau bisa setiap kali ganti dicatat agar ketika lupa bisa melihat dari catatan itu.

  3. jangan gunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun aplikasi dan surel. Sebab jika satu dibobol, maka akun yang lain bisa dibobol juga.

  4. perbaruilah sistem operasi aplikasi smartphone dan PC kamu secara berkala termasuk antivirus agar untuk meningkatkan sistem keamanan aplikasi smartphone kamu.

  5. jangan mengunduh aplikasi yang tidak resmi dan tidak jelas. Apalagi mendownload dari toko aplikasi yang tidak resmi (ilegal). 

 

Masalah kebocoran data ini menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menawarkan service keamanan yang tinggi untuk mencegah kebocoran serta juga mengamankan data pribadi pelanggannya. Perlu melakukan audit secara berkala dalam menjalankan prosedur keamanan data dan memastikan hasil temuan tersebut ter mitigasi dan juga terlaksana dengan baik.

 

Sumber referensi: genemil.com