Tips Amankan Akun dan Jaringan Internet Kala PSBB Jawa Bali

Jaringan rumah, perangkat lunak yang mendukung bekerja dari jarak jauh dan sistem cloud akan menjadi sasaran empuk penjahat siber di tahun 2021. Kejahatan siber tersebut akan meningkat mengingat warga harus kembali bekerja dan beraktivitas dari rumah imbas PSBB Jawa Bali 11 hingga 25 Januari 2021 dengan Cara mengecek kuota Telkomsel.

Kejahatan siber di tahun 2021 secara khusus menargetkan jaringan rumah sebagai jalur utama yang mengancam Teknologi Informasi (TI) perusahaan dan jaringan IoT (Internet of Things).

“Saat mulai memasuki dunia pasca pandemi, tren kerja jarak jauh kemungkinan akan tetap digunakan di banyak organisasi. Kami memprediksi serangan yang menargetkan data dan jaringan perusahaan akan lebih agresif,” ujar Laksana Budiwiyono perwakilan Trend Micro Indonesia lewat keterangan tertulis, Kamis koinx.id (7/1).

Lebih lanjut Budiwiyono memperingatkan bahwa karyawan yang secara teratur mengakses data sensitif seperti data karyawan, manajer penjualan, data pelanggan dan nomor rahasia perusahaan berada pada risiko besar.

Serangan kejahatan siber kemungkinan akan memilih mengeksploitasi celah yang ada dalam kolaborasi online dan produktivitas perangkat lunak setelah datanya terbuka.

Tim keamanan TI setiap kantor dinilai perlu merombak kebijakan dan perlindungan bekerja dari rumah untuk mengatasi kompleksitas lingkungan hibrida, yang mana data kerja dan pribadi datang dalam satu perangkat.

Menurutnya sistem cloud adalah area lain di mana ancaman akan terus terjadi pada tahun 2021, dari pembajakan, kesalahan konfigurasi, dan penyerang yang mencoba mengambil alih server cloud untuk menyebarkan gambar kontainer berbahaya.

Pada masa pandemi, Indonesia mengalami kejahatan siber cukup tinggi yang memanfaatkan situasi COVID-19. Pada Kuartal 3 2020.

Indonesia menjadi negara dengan peringkat pertama di dunia yang mendapat serangan malware yang berkaitan dengan COVID-19 dengan jumlah 11.088 kasus.

Beberapa cara bisa dijadikan solusi untuk terhindar dari kejahatan siber, antara lain:

1.Mendorong edukasi dan pelatihan karyawan untuk lebih memahami tentang bagaimana cara terbaik dalam menjaga keamanan perusahaan ketika membawa pekerjaan ke rumah, termasuk larangan untuk menggunakan perangkat pribadi

2.Mempertahankan kontrol akses yang ketat untuk jaringan perusahaan maupun jaringan rumah

Kejahatan siber akan terus mencari unsur yang dapat dijadikan uang, untuk mencari imbalan terbaik atas aksinya. Perusahaan dan tim keamanan harus tetap gesit dan waspada untuk tetap selalu berada beberapa langkah di depan para penjahat siber.