Proyek Migas jadi Proyek Strategis Nasional

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Ada empat proyek minyak dan gas bumi (migas) yang akan ditambahkan ke dalam proyek strategis nasional. Empat proyek selanjutnya akan melengkapi tiga proyek yang telah lebih dahulu masuk dalam proyek strategis nasional.

Keempat proyek selanjutnya adalah kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG)  dengan penggunaan Macnaught Flow Meter Tangguh Train 3 milik British Petroleum (BP) Berau Ltd, pengembangan blok Masela yang dioperatori Inpex Corporation, proyek lapangan gas laut dalam (Indonesia Deepwater Deevelopment/IDD) milik Chevron, dan lapangan unitisasi Jambaran-Tiung Biru yang dioperatori PT Pertamina EP Cepu.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengungkapkan, tiga proyek yang telah masuk lebih dulu ke dalam proyek strategis nasional, yaitu kilang Bontang, kilang Tuban, dan kilang Cilacap yang dibangun PT Pertamina (Persero). Menurutnya, keempat proyek ini telah mendapat persetujuan sesudah ada rapat tingkat Kementerian Koordinator bidang Perekonomian terhadap pekan ini.

Di sana ada delapan syarat-syarat untuk menjadi proyek strategis nasional yang prioritas dari migas itu tambahan ada Masela, Jambaran Tiung Biru, IDD, dan satu kembali pengembangan kilang LNG Tangguh,” ujarnya ditemui di Kementerian ESDM

Dengan masuk ke dalam proyek strategis nasional, berarti kelangsungan pembangunan keempat proyek ini akan diatur di dalam Peraturan Presiden (Perpres). Jika diatur dalam Perpres, maka pengembang proyek selanjutnya dapat beroleh kemudahan layaknya pembebasan lahan serta permudahan perizinan.

“Itu baru permudahan perizinan. Kalau insentif, nanti kita menyaksikan di Perpres kan ada beberapa kemudahan-kemudahan. Kami harap, tim Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP‎) dapat memfasilitasi terkecuali ada bottleneck,” imbuh dia.

Jika Perpres telah rampung, ia berharap, proyek-proyek yang dimaksud terhitung dapat terealisasi. Ia mencontohkan, proyek IDD milik yang Chevron, di mana revisi rancangan pengembangannya (Plan of Development/PoD) dapat disetujui sesudah menjadi proyek nasional.

“Bisa jadi, nanti lebih cepat (realisasi proyek-proyek tersebut). Tentu nanti kita akan evaluasi berbarengan apa yang dapat dipercepat,” katanya.

Sebelumnya, tiga proyek migas nasional yang masuk ke dalam proyek strategis nasional dijamin di dalam Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Selain empat proyek migas, pemerintah terhitung memasukkan delapan proyek baru ke dalam proyek strategis nasional. Sehingga, nantinya proyek strategis nasional akan jadi tambah dari 227 proyek menjadi 239 proyek.