Progres Pembangunan Kilang Balikpapan

PT Pertamina (Persero) mengatakan bahwa pembangunan Kilang Balikpapan tetap terjadi sesuai bersama dengan target. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa pembangunan Kilang Balikpapan sampai akhir th. ini bisa mencapai 40 persen. “Kilang Balikpapan telah nyaris 17 persen.

 PT Pertamina (Persero) selamanya menuntaskan proyek strategis nasional di sedang pandemi covid-19, tidak benar satunya Refinary Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

 Megaproyek RDMP dan GRR merupakan proyek strategis nasional yang telah ditetapkan untuk konsisten dilakukan di sedang pandemi covid-19 serta fluktuasi harga minyak mentah dan kurs rupiah terhadap dolar. Proyek ini mutlak untuk memastikan ketahanan dan kemandirian kekuatan nasional sanggup langsung terwujud,” ujar Fajriyah dalam keterangan formal  

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, sejak Februari 2019 telah efektif memasuki bagian Engineering, Procurement & Construction (EPC) untuk unit  ISBL (Inside Battery Limit) dan OSBL (Outside Battery Limit).  

Saat ini, telah dikerjakan pengadaan peralatan utama dan long lead item. Bahkan sebagian peralatan selanjutnya telah berada di lokasi.  Pekerjaan konstruksi konsisten terjadi bersama dengan pembangunan tanki RFCC Feed tank, Stone Column & Piling work, serta temporary facility. Secara bersamaan, tengah terjadi pula proyek EPC Lawe-Lawe dan 7  proyek Early Work yang tak kalah pentingnya sebagai proyek pendukung RDMP Balikpapan.

Selain itu, jadi Fajriyah, Pertamina dan Mubadala, perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab telah di tandatangani perjanjian kejasama di dalam rangka menegaskan percepatan pengembangan RDMP Balikpapan Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan bahwa terhadap sementara ini pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proyek kilang. Penyelesaian proyek sejalan bersama dengan obyek kemandiriain energi yang ditetapkan pemerintah terhadap 2026 mendatang.

Di tengah suasana wabah Covid-19, Pertamina menerapkan cara-cara kerja baru sesuai protokol kesehatan agar progres pembangunan kilang tetap berjalan dengan penggunaan alat pengukur Magnetic Flow Meter. “Kami mau bersama dengan bantuan seluruh stakeholder bahu membahu mendorong pelaksanaan project bisa sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.