Mengenal Perbedaan Satellite Transmission Berdasarkan Ketinggian

Mengetahui setiap perbedaan satelit tranmission akan membuat Anda lebih memahami setiap fungsi dari satelit itu sendiri.

Satelit menjadi penemuan umat manusia dengan peran yang sangat penting dalam bidang komunikasi.

Tanpa adanya satelit, maka Anda tidak akan bisa berkomunikasi menggunakan smartphone, menonton televisi, atau hanya sekedar mendengarkan radio. jadi jadi beruntung sekali kita sudah menggunakan smartpohe, apalagi smarftphone sangan menunjang perkulihan mahasiswa, baca juga mengenai PTN dan PTS Terbaik Indonesia

Tidak hanya memiliki peran untuk komunikasi, kini pemanfaatan satelit semakin berkembang khususnya dalam bidang teknologi.

Perbedaan Satellite Transmission Berdasarkan Jarak

Ada beberapa hal yang akan membedakan sebuah satelit, termasuk jarak satelit tersebut dari bumi.

Tentu saja setiap jarak satelit memiliki keunggulan masing-masing.

Setidaknya, Perbedaan Satellite transmission dibedakan menjadi tiga, Geostationary Orbit (GEO), Middle Earth Orbit (MEO), Low Earth Orbit (LEO).

Geostationary Orbit (GEO)

Geostationary Orbit atau disingkat GEO, adalah satelit dengan ketinggian paling jauh dari bumi.

Satelit GEO harus mengorbit setidaknya pada ketinggian 35.000 km dari permukaan bumi.

Dengan ketinggian tersebut, satelit GEO memiliki beberapa keunggulan seperti tidak terpengaruh dengan perubahan frekuensi, cakupan area yang lebih luas, dan pencarian satelit yang lebih mudah.

Namun, karena ketinggian tersebut pula satelit ini memiliki beberapa kekurangan seperti delay signal atau signal lebih lemah dan area kutub yang kurang mendapatkan jangkauan.

Selain itu, satelit Geostationary Orbit (GEO), juga menelan biaya yang sangat besar.

Middle Earth Orbit (MEO)

Middle Earth Orbit atau MEO, adalah satelit dengan ketinggian kurang lebih 8.000 km sampai 20.000 km dari bumi.

Satelit jenis MEO biasa digunakan untuk navigasi sampai komunikasi karena tingkat delay yang lebih bagus dari jenis GEO sebelumnya.

Low Earth Orbit (LEO)

Terakhir terdapat Low Earth Orbit atau LEO, adalah satelit dengan jarak orbit paling rendah dengan ketinggian 160 km sampai 500 km dari permukaan bumi.

Berkat ketinggian tersebut, satelit LEO mampu memiliki delay signal yang sangat baik atau kecil.

Namun, karena jarak yang terlalu dekat dengan bumi pula satelit jenis ini tidak memiliki jangkauan seluas dua jenis sebelumnya.

Pelajari mengenai UI Development di Global Entrepreneurial University

Itulah beberapa Perbedaan Satellite Transmission berdasarkan jarak orbit atau ketinggian dari permukaan bumi.