• Wed. Apr 14th, 2021

MAN 2 Cianjur yang Menyimpan Sejarah

Madrasah Aliyah Negeri Pacet, yang sekarang beralih nomenklaturnya jadi MAN 2 Cianjur menyimpan peristiwa panjang didalam dunia pendidikan tidak hanya tingkat Kabupaten Cianjur saja, melainkan Jawa Barat bahkan nasional. MAN 2 Cianjur berdiri tahun 1958 dengan nama PGAPN (Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri) Pacet dengan lama pendidikan 4 Tahun. Melihat tahun pendiriannya, MAN ini terhitung Madrasah Aliyah tertua di Jawa Barat.

Tahun 1961, PGAPN Pacet Cianjur beralih jadi TC GMWB sampai tahun 1966. TG GMWB Pacet beralih jadi jadi IAIN Jurusan Kemasyarakatan Fakultas Tarbiyah Syarif Hidayatullah Jakarta di Pacet, dengan ketua jurusannya Dr. Mastuhu alumnus Universitas Gajah Mada. Lama pendidikan 4 tahun, 3 tahun kuliah dan 1 tahun merampungkan skripsi. IAIN ini berakhir pada tahun 1978, yang sesudah itu dipindahkan ke Jakarta dan Bandung.

Kemudian pada Tahun 1970 didirikan pula Sekolah Persiapan IAIN Syarif Hidayatullah Pacet dengan obyek supaya memudahkan calon mahasiswa memasuki IAIN yang sudah lebih dahulu didirikan di komplek itu. Lama pendidikan di SP IAIN sepanjang 3 tahun dengan status Sekolah Negeri. Berdasarkan SK 3 Menteri (Dikbud, Depag dan Dalam Negeri), lulusan SP IAIN mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta, asal jurusannya sesuai. Kurikulum yang dipergunakan adalah kombinasi antara kurikulum Aliyah dan SMA.

Dalam pertumbuhan sesudah itu SP IAIN kurang mampu dikehendaki beradu dengan sekolah-sekolah lazim lainnya. Oleh gara-gara itu disesuaikanlah dengan keadaan yang terjadi sementara itu, dengan merubahnya jadi Madrasah Aliyah Negeri Pacet pada tahun 1980.

MAN Pacet konsisten berkembang, sampai pada tahun 2000, mendapat kehormatan jadi MAN dengan tambahan program Keterampilan, merupakan dukungan berasal dari IDB – LOAN yang dikelola tersendiri tapi terpadu. Program ini terhitung program tertentu yang diadakan sore hari. Jenis keterampilan yang diberikan yakni Elektronika, Tata Busana, Teknologi dan Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Berdasarkan KMA Nomor 212 Tahun 2015 Tentang Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Jawa Barat maka MAN Pacet berganti nama jadi MAN 2 Cianjur.

Kepala MAN 2 Cianjur, Deden, S. Ag., S.Pd., M.Si. mengatakan secara fisik bangunan MAN 2 Cianjur sudah berdiri sejak 1957 yang diresmikan oleh Ketua PB NU sementara itu, KH. Idham Chalid. Ia mengungkapkan bahwa SP IAIN merupakan sekolah persiapan untuk masuk ke IAIN, di mana seluruh siswa paling baik Indonesia baik berasal dari lokasi anggota barat, timur maupun sedang dikumpulkan di sini sebelum masuk ke IAIN.

“Berdasarkan peristiwa dan terhitung berdasarkan informasi berasal dari UIN Jakarta, bahwa cikal bakal berdirinya UIN Jakarta dan UIN Bandung berawal berasal dari sini,” demikianlah ungkap Kepala Madrasah yang pernah mengabdi sebagai Guru Biologi di MAN 4 Bogor.

Dinas Pariwisata Kab. Cianjur berharap supaya beberapa bangunan MAN 2 Cianjur, yang terdapat di Jalan Sindanglaya No.29 Desa Cipendawa Kecamatan Pacet ini, dilestarikan dan jangan dihapus, gara-gara bangunan madrasah yang antik dan berumur yang bakal dijadikan sebagai warisan cagar budaya (Heritage) bagi Kab. Cianjur.

Secara mutu MAN 2 Cianjur mengalami peningkatan. Selama 3 tahun kepemimpinan Deden, siswa didik mengalami peningkatan sejak berasal dari 800 sampai sekarang capai 1.050 orang siswa. Beberapa Alumni MAN 2 Cianjur tercatat jadi orang sukses baik yang berkiprah di Pemerintahan maupun di profesi lainnya, di antaranya Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Tajul Arifin.

Kepala MAN 2 Cianjur menargetkan di tahun keempat kepemimpinannya untuk Peningkatan layanan dan prasarana. Pada tahun 2018 MAN 2 Cianjur meraih dukungan peningkatan layanan prasarana berwujud area tertentu untuk kegiatan UNBK melalui anggaran SBSN.

Siswa MAN 2 Cianjur tidak hanya berasal berasal dari Kab. Cianjur, beberapa siswa yang berasal berasal dari luar Cianjur, seperti Bogor, Sukabumi, Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta dan bahkan Jakarta. Para siswa yang berjumlah hampir 200 orang tersebut, di tempatkan di asrama dengan rancangan Pondok Pesantren (Boarding School). Pelajaran khas pesantren pun diberikan kepada para siswa di luar jam sekolah. Saat ini MAN 2 Cianjur mengupayakan pembangunan asrama bagi siswa pada tahun mendatang.

MAN 2 Cianjur cukup responsif didalam menjawab keperluan jaman. Salah satunya dengan program keterampilan. Pada tahun 2018 sebanyak 283 siswa diterjunkan ikuti kegiatan Praktek Kerja Keterampilan, yang diterjunkan ke 57 dunia bisnis dan industri. Selain itu pada tahun ajaran 2019-2020, MAN 2 Cianjur memiliki rencana mengakses program kejuruan otomotif sepeda motor.

Selain peningkatan layanan prasarana, Kepala MAN 2 Cianjur pun konsisten memacu para pengajar memotivasi siswa capai prestasi. Beberapa prestasipun pernah diraih baik tingkat area maupun nasional. Sebagai usaha untuk mencetak prestasi, terlebih pada KSM (Kompetisi Sains Madrasah), MAN 2 Cianjur bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta didalam pembinaan kepada para siswannya.