Klasifikasi dan Manfaat Benchmarking

Klasifikasi dan Manfaat Benchmarking

Klasifikasi dan Manfaat Benchmarking

1. Menurut Subjeknya

  • Benchmarking Internal

Benchmarking internal adalah benchmarking yang dilakukan dalam suatu organisasi. Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki cabang atau anak perusahaan.

  • Benchmarking Eksternal

Benchmarking eksternal adalah benchmarking di mana perusahaan itu sendiri dibandingkan dengan perusahaan lain yang sama atau sama.

Benchmarking eksternal dibagi menjadi dua area:

  1. Kompetitif benchmarking, yaitu perusahaan itu sendiri dibandingkan dengan pesaing terpenting perusahaan.
  2. Kriteria non-kompetitif, yang terdiri dari dua elemen:
  • Fungsional: Bandingkan fungsi yang sama dari organisasi yang berbeda di industri yang berbeda.
  • Generik: Membuat perbandingan dengan proses bisnis dasar yang biasanya sama di setiap industri.

 

2. Tergantung pada objek yang ingin Anda amati

  • Benchmarking strategis, adalah benchmarking yang mengamati bagaimana orang atau organisasi lain berkinerja lebih baik daripada pesaing.
  • Proses benchmarking, yaitu benchmarking yang membandingkan proses kerja.
  • Ukuran fungsional, merupakan ukuran yang membandingkan fungsi kerja tertentu untuk meningkatkan pengoperasian fungsi tersebut.
  • Tolok ukur kinerja, yaitu tolok ukur yang membandingkan kinerja suatu produk atau jasa.
  • Patokan produk, d. H. Benchmarking, yaitu membandingkan produk pesaing dengan produknya sendiri untuk mengetahui di mana letak kekuatan dan kelemahan produknya.
  • Ukuran finansial, merupakan ukuran yang membandingkan kekuatan finansial untuk menentukan daya saingnya.

 

Manfaat Benchmarking

Ada beberapa manfaat penerapan benchmarking, yaitu:

1. Perubahan budaya

Benchmarking memungkinkan bisnis menetapkan sasaran kinerja baru yang realistis, dan proses ini membantu meyakinkan publik tentang kredibilitas sasaran tersebut. Ini membantu orang memahami bahwa ada organisasi lain yang mengetahui dan melakukan pekerjaan mereka lebih baik daripada mereka sendiri.

 

2. Peningkatan kinerja

Dengan tolok ukur, bisnis dapat mengidentifikasi kesenjangan kinerja tertentu dan memilih proses untuk ditingkatkan. Kesenjangan ini memberikan tujuan dan rencana tindakan untuk perbaikan di semua tingkat organisasi dan mendorong peningkatan kinerja bagi peserta individu dan kelompok. Sumber Rangkuman Terlengkap : https://www.seputarilmu.com/