Fungsi dari Pendidikan Sekolah Dasar di Bali

Fungsi dari Pendidikan Sekolah Dasar di Bali

 

Apa perbedaan antara tujuan dan fungsi pendidikan SD di Bali? Jangan bingung; sementara keduanya sulit dibedakan, masing-masing memiliki esensi yang berbeda. Ingatlah bahwa jika tujuannya adalah sesuatu yang akan dicapai setelah proses tertentu diimplementasikan, maka fungsi adalah aktivitas yang harus atau tidak boleh dilakukan karena posisinya dalam konteks tertentu. Sebagai contoh, fungsi orang tua terhadap anaknya antara lain menyediakan makanan, sandang, dan papan, serta kasih sayang dan perhatian, pendidikan, perlindungan, dan rasa aman. Jika orang tua tidak menunjukkan fungsi-fungsi ini secara signifikan dalam kehidupan keluarga, mereka akan kehilangan status sebagai orang tua. Contoh lain: fungsi lem adalah merekatkan, fungsi penjual adalah melayani pembeli, fungsi dokter adalah mengobati, dan seterusnya. Banyak ahli pendidikan sepakat bahwa fungsi pendidikan meliputi: (1) individuasi, (2) sosialisasi, (3) nasionalisasi, dan (4) humanisasi. Dalam praktiknya, sulit untuk membedakan perwujudan satu fungsi dari yang lain. Namun, agar Anda lebih memahami konsep pendidikan, maka akan dijelaskan fungsi pendidikan satu per satu, maka simak baik-baik penjelasan berikut ini. Yang pertama adalah fungsi individuasi. Perlu diingat bahwa istilah individuasi dan individualisasi tidak dapat dipertukarkan, karena memiliki arti yang sangat berbeda. Individualisasi adalah proses menjadi diri sendiri sebagai individu yang berbeda dari orang lain. Seseorang berusaha mencapai prestasi terbaik dalam bidang tertentu dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimilikinya tanpa mengandalkan usaha orang lain. Akibatnya, individuasi adalah tujuan dan fungsi pendidikan yang paling penting. Dimanapun pendidikan harus berfungsi seperti ini, jangan membuat seseorang lebih bergantung pada orang lain. Individualisasi, berbeda dengan individuasi, mengacu pada suatu proses dalam interaksi sosial di mana perilaku seseorang diarahkan semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, terlepas dari kebutuhan atau keberadaan orang lain. Asumsikan nama seseorang adalah “Sipulan.” Alhasil, banyak warga Sipulan yang menyebutnya egois, individualistis, atau egosentris. Dia hanya peduli pada dirinya sendiri, bukan pada orang-orang di sekitarnya; yang penting kepentingannya terpenuhi; dia tidak peduli jika orang lain menderita akibat perbuatannya. Alhasil, Sipulan selalu menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian, dan orang lain hanyalah obyek untuk dinikmatinya. Apakah tidak ada perbedaan yang signifikan antara individuasi dan individualisasi? Konotasi individualisasi didasarkan pada pola tindakan mandiri seseorang, sedangkan konotasi individuasi didasarkan pada pola tindakan seseorang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain.