Disdikpora Buleleng raih predikat PIP terbaik nasional

Singaraja, Buleleng, 18/6 (harian muria) – Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Bali, meraih predikat kabupaten terbaik pengelola Program Indonesia Pintar (PIP) secara nasional dalam 2021.

 

“Prestasi membanggakan tadi diraih sang Disdikpora Buleleng sesudah bersaing menggunakan semua kabupaten & kota se-Indonesia,” istilah Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika pada Singaraja, Kabupaten Buleleng, Sabtu.

 

Ia menyebutkan predikat tadi mampu diraih lantaran Disdikpora Buleleng memprioritaskan PIP pada rakyat kurang bisa pada kabupaten ujung utara Pulau Dewata tadi.  

 

Bagi Astika, keakuratan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah faktor terpenting buat memetakan eksistensi anak didik-anak didik yg orang tua atau walinya kurang bisa berdasarkan segi porto  pendidikan.

 

“Operator-operator yg bertugas pada sana wajib  lebih intens bekerja, memastikan bahwa data-data yg terdapat pada sama sudah diverifikasi & divalidasi sang operator sebagai akibatnya masuk pada PIP,” tegasnya.

 

Tidak hanya Dapodik, operator Sistem Informasi Indonesia Pintar (Sipintar) dalam setiap satuan pendidikan pun ditekankan supaya selalu pada bawah supervisi ketua sekolah, supaya data Sipintar sesuai menggunakan Dapodik.

Telinga Berdenging Ini Penjelasannya

Selain itu, para ketua sekolah pula diminta buat selalu menaruh keterangan pada para orang tua atau wali anak didik yg telah terdaftar pada PIP supaya melakukan aktivasi dalam bank yg sebagai penyalur dana PIP yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI).

 

“Kalau tanpa aktivasi, tentu dana ini nir akan cair, mereka wajib  tiba pribadi ke BRI lantaran nir mampu diwakilkan,” katanya.

 

Kondisi topografi Kabupaten Buleleng yg “nyegara gunung” atau dilingkupi sang pesisir & pegunungan sebagai tantangan tersendiri bagi Disdikpora Buleleng buat mengarahkan para orang tua atau wali anak didik melakukan aktivasi pribadi ke BRI.

 

Menanggulangi hal itu, Astika berkoordinasi menggunakan pihak BRI supaya menaruh fasilitas spesifik buat mempermudah para orang tua atau wali anak didik melakukan aktivasi.

 

“Apakah dibuka loket spesifik, ataupun tiba ke sekolah pada hari-hari tertentu, sebagai akibatnya dana PIP ini mampu cair pada yg bersangkutan,” jelas Astika.

 

Alhasil, pihaknya berhasil menyalurkan PIP ke 36 ribu lebih anak didik pada semua Kabupaten Buleleng dalam 2021 menggunakan nominal Rp445.000,- per tahunnya. Capaian itu menciptakan semua aturan buat PIP pada Kabupaten Buleleng tuntas tersalurkan sinkron menggunakan jumlah penerima yg sudah terdaftar.