Begini cara mudah mengganti Air Radiator

Radiator adalah sistem pendingin di dalam mobil. Radiator memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pengatur suhu pada mesin kendaraan pada saat digunakan. Jadi, jika kondisi radiator bermasalah, maka suhu terlalu panas atau suhu mesin terlalu tinggi. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka akan menyebabkan kerusakan pada mobil Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kondisi radiator agar awet dan tahan lama. Anda bisa melakukan perawatan rutin, seperti menggunakan air radiator setiap 20.000 km.

Penggantian air radiator juga diperlukan bila kondisi air radiator kotor. Untuk mengetahui apakah kondisi radiator kotor atau tidak, Anda bisa mencarinya melalui lubang di bagian atas radiator mobil. Untuk mengganti air radiator, Anda tidak perlu datang ke bengkel mobil. Anda bisa mengganti air radiator di dalam rumah dengan cara yang cukup mudah. Berikut cara mengganti air radiator mobil Anda sendiri.

Anda lagi cari toyota jogja? Yuk dapatkan kualitas maksimal harga toyota jogja murah pada tautan tersebut, silahkan bisa diklik saja.

1. Buang Air Radiator Yang Lama

Cara mengganti air radiator mobil yang pertama adalah membuang air radiator yang sudah tua dan keruh. Namun sebelum Anda melakukannya, pastikan mesin mobil Anda sudah dingin agar tidak melukai tangan Anda. Selain itu, coba lakukan ini saat mesin mobil masih menyala agar semua air radiator bisa keluar.

Untuk menghilangkannya, Anda perlu menghilangkan lubang radiator di bagian atas. Jangan lupa buka baut drain pada radiator di bagian bawah radiator mobil. Setelah itu diamkan beberapa saat hingga semua air radiator terbuang percuma.

2. Isi Air Radiator

Setelah semua air radiator terbuang percuma, Anda bisa mematikan mesin kendaraan. Kemudian pasang kembali semua baut pada radiator pada posisi semula. Jika ya, buka baut di knalpot angin. Isi radiator dengan cairan radiator khusus. Pada dasarnya Anda dapat menggunakan air biasa, tetapi menggunakan air biasa terkadang dapat menyebabkan kerak pada radiator mobil. Isi hingga penuh bahkan meluap.

3. Nyalakan Mesin Mobil

Setelah mengisi radiator dengan air, Anda bisa mengganti baut pada bagian knalpot angin. Sebaliknya, biarkan penutup lubang di bagian atas radiator dalam posisi terbuka. Setelah itu reboot mesin mobil agar kipas radiator bisa berputar. Kemudian biarkan mesin mobil hingga suhu di spidometer mencapai setengahnya.

4. Isi Kembali Air Radiator Bila Dirasa Kurang

Pada saat yang sama, Anda bisa melihat volume air radiator di dalamnya lagi. Jika volume air masih rendah, maka air radiator bisa dinaikkan sampai batas maksimal. Namun jika dirasa sudah pas, kamu bisa mengganti penutup lubang di bagian atas radiator.

5. Cek Tangki Cadangan

Setelah Anda mengganti air radiator, pastikan untuk memeriksa air di tangki cadangan radiator atau tangki penampung. Jika kondisi air sangat kotor, Anda bisa membuka tutup tangki radiator cadangan. Kuras air di dalamnya sampai habis. Kemudian Anda bisa mengisinya dengan air bersih atau dingin secara maksimal. Setelah itu tutup tangki cadangan radiator dan pastikan rapat.

6. Cek Kembali Air Radiator Saat Akan Digunakan

Saat pertama kali menggunakan mobil setelah mengeluarkan radiator, periksa dulu volume air radiator di tangki cadangan. Jika volumenya menurun drastis, maka ini menandakan bahwa sistem radiator Anda mengalami masalah.

Jadi, gampang gampang mengganti air radiator mobil sendiri. Gantilah air radiator secara rutin agar kondisi mobil Anda tetap terjaga dengan baik. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Anda.